Gerhana Matahari Total Memberikan Pesan Apa Kepada Umat Manusia


1 Agustus 2008 banyak negara di planet ini melihat gerhana Matahari total, Amerika Utara, Eropa dan Asia dapat melihat, termasuk utara Kanada, Greenland, Rusia Novosibirsk, dan Mongolia Daerah Otonomi Uigur Xinjiang ,China, Provinsi Gansu, Daerah Otonom Hui Ningxia, Provinsi Shaanxi, dan sebagian wilayah di Provinsi Henan.

Di China, gerhana matahari terjadi pada tanggal 1 Tahun Baru Lunar. Saat ini bulan terletak antara bumi dan matahari, tetapi karena orbit matahari (ecliptic) dan orbit bulan (white road) membentuk sudut 5,9 derajat, oleh sebab itu tidak selalu pada tanggal dan tersebut ada gerhana matahari, namun pada saat terjadi gerhana matahari, baik matahari maupun bulan pasti dalam posisi “titik pertemuan ecliptic dan white road”.

Gerhana matahari total adalah fenomena yang sangat langka, karena hanya bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi, orang di wilayah tersebut baru bisa menyaksikan gerhana matahari. Gerhana matahari total adalah suatu pemandangan alam sangat megah, oleh sebab itu ia sering menarik banyak wisatawan luar negeri datang untuk menyaksikan.

Iptek telah memberitahu, jarak bulan dari bumi, jarak rata-rata adalah 380.000 kilometer. Jarak matahari dari bumi, jarak rata-rata dari 150 juta kilometer. Jika kedua jarak tersebut dibagi, kita mendapatkan jarak matahari ke bumi adalah 395 kali jarak bulan ke bumi. Kita tahu bahwa diameter matahari sekitar 1,38 juta kilometer, diameter bulan ini sekitar 3400 km, jika kedua dibagi, diameter matahari juga adalah 395 kali lebih besar dari diameter bulan. Angka 395, suatu angka yang kebetulan, informasi apa yang yang diberikan kepada kita?

Coba pikirkan, diameter matahari adalah 395 kali lebih besar dari diameter bulan, tapi jarak matahari ke bumi adalah 395 kali, maka, karena perbandingan jarak terlalu kecil, ini membuat kedua benda langit bila dilihat dari bumi, permukaan bulatnya menjadi sama besar! Ketika terjadi gerhana matahari total dapat dilihat dengan jelas, kelihatannya bulan dan matahari saling tumpang tindih.

Gerhana Matahari Total Memberitahu Apa ke Manusia?

Orang-orang akan bertanya, siapa yang menciptakan matahari, bumi dan bulan? Siapa yang mengatur mereka pada posisi yang begitu akurat, mengapa bisa terjadi gerhana matahari total yang begitu aneh? Siapa yang membuat bumi mengitari matahari dan ia juga berotasi, dan bulan berotasi mengelilingi bumi, dari hari ke hari, tahun ke tahun? Kekuatan apa yang membuat mereka bertahan pada orbitalnya masing-masing dengan abadi? Dan dalam kehidupan kita sehari-hari, yang kecil mulai dari mobil, yang besar sampai pesawat terbang, kereta api, pesawat angkasa buatan manusia harus memerlukan banyak orang yang terlibat, bila tidak ada energi maka tidak bisa dijalankan.

Di Barat, dalam alkitab Perjanjian Lama memberitahu orang, Tuhan menciptakan langit dan bumi, kemudian dewa yang berbeda menciptakan orang yang berbeda dan segala makhluk.

Di China, pada zaman dulu juga tersebar cerita Nuwa menggunakan tanah menciptakan manusia, Pan Ku menciptakan langit dan bumi. Namun setelah komunis China berkuasa, menggunakan ajaran atheisme komunisme Marxis mengindoktrinasi orang-orang China, dari taman kanak-kanak sampai universitas, dalam kehidupan sehari-hari, di lingkungan kerja semua hidup di bawah pengendalian semacam suara media. Terutama selama Revolusi Besar Kebudayaan, budaya lima ribu tahun China telah hampir hancur, sampai abad terakhir pada pertengahan 70-an mulai melakukan hubungan dengan negara Barat, masyarakat hanya dapat berbicara tentang dewa-dewa secara pribadi, menyembah dewa-dewa, Buddha dan Tao. Jadi, jika Anda bertanya siapa yang menciptakan langit dan manusia ke orang-orang China, para ilmuwan dan orang atheis akan mengatakan itu adalah “fenomena alam”, “hasil evolusi”.

Sangat jelas bahwa dari “gerhana matahari total” matahari, bulan dan bumi memberitahu orang di dunia, karakteristik tertinggi alam semesta sedang menggendalikan semuanya. Yang kecil mulai dari elektron dalam atom adalah berputar, yang besar sampai tata surya, dan Bimasakti semua berputar, siklus manusia juga berputar. Munculnya fenomena khusus, pasti adalah peringatan ke seluruh makhluk.

Jawaban Einstein

Menurut majalah “Dominasi selebriti dunia “, pada suatu hari reporter tersebut mengunjungi Albert Einstein dan bertanya kepada dia pemahamannya tentang agama dan keberadaan Tuhan. Saat itu Einstein baru saja mengantar seorang tamu, reporter melihat di meja terletak kopi, permen, biskuit dan benda lainnya. Einstein bertanya pada reporter: “Apakah Anda tahu siapa yang meletakkan cangkir kopi dan benda lainnya di sini?” Reporter menjawab: “Tentu saja Anda.” Einstein berkata lebih lanjut: “Benda kecil seperti cangkir kopi dan benda lainnya, memerlukan suatu kekuatan untuk mengaturnya; dengan begitu coba Anda pikir, dalam alam semesta memiliki berapa banyak bintang, dan setiap konstelasi bintang melintas dalam orbit tertentu, kekuatan yang mengatur orbital tersebut adalah Tuhan.”

Einstein berkata lagi: “Mungkin Anda akan berkata:” Saya tidak pernah melihat dan mendengarnya, bagaimana saya bisa percaya bahwa Tuhan ada?” Ya, Anda memiliki lima indera, yaitu: penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, peraba, tetapi lima indera ini memiliki batas, seperti suara, hanya bisa mendengar di antara panjang gelombang 20 Hz ke 20.000 Hz. Hari ini banyak orang di dunia ini yang berpikir bahwa saya seorang ilmuwan besar, kenyataan saya tidak dapat disebut ilmuwan besar. Ilmuwan yang benar-benar besar adalah Newton. Saya hanya mengoreksi kesalahan dalam perhitungan Newton. Meskipun demikian, Newton berkata: ‘Saya hanya kebetulan memungut sebuah kulit kerang yang memancarkan warna warni di pinggir laut, masih jauh dari penemuan kebenaran dari laut. Dengan Newton seorang yang begitu cerdas, bahkan mengatakan masih jauh dari penemuan kebenaran laut, maka kita dengan kepintaran orang biasa, bila hendak mencari kebenaran alam semesta, itu merupakan suatu masalah yang sangat sulit! ”

Kemudian, Einstein berkata lagi: “Ada beberapa orang berpikir bahwa agama tidak sejalan dengan kebenaran ilmiah. Aku adalah orang yang berlatar belakang studi sains, saya menyadari sepenuhnya bahwa saat ini ilmu pengetahuan hanya dapat membuktikan keberadaan objek tertentu, dan tidak dapat membuktikan suatu obyek yang tidak nyata. Oleh karena itu, jika kita sekarang tidak dapat membuktikan adanya objek tertentu, maka tidak dapat disimpulkan bahwa ia tidak ada. Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu, kami tidak dapat membuktikan keberadaan nuklir, jika saat itu kita buru-buru menyimpulkan bahwa nuklir tidak ada, bukankah pada hari ini akan tertampak kita sudah melakukan kesalahan besar? Oleh sebab itu, pada hari ini iptek tidak bisa membuktikan keberadaan Tuhan, itu dikarenakan iptek belum berkembang sampai batas-batas itu, bukan Tuhan tidak ada. Singkatnya, lima indera manusia ada batasannya, tidak dapat merasakan keberadaan Tuhan, iptek juga tidak dapat menyangkal keberadaan Tuhan, jadi kita harus yakin keberadaan Tuhan.”

Fenomena Dunia Manusia

Orang China zaman dulu sangat memperhatikan “Kesatuan manusia dan langit”, menghormati langit dan bumi, menyembah Tuhan dan Buddha dan mengamati fenomena alam. Munculnya beberapa fenomena di dunia pasti merupakan peringatan bagi umat manusia, dari data historis, masa munculnya gerhana matahari total di China memang banyak terjadi bencana, persentase bencana alam dan bencana buatan manusia memang lebih tinggi dari tahun-tahun normal. Seperti Perang candu, Pemberontakan Taiping, tentara Sekutu, Inggris dan Perancis menyerang, tahun 1870 di Sungai Yangtze terjadi banjir besar, wabah penyakit besar di 1878, perang Sino-Perancis, perang China-Japang, Revolusi Besar Kebudayaan, gempa bumi Tangshan, banjir besar di Sungai Yangtze pada 1998, dan sebagainya, semua terjadi di saat gerhana matahari total atau pada gerhana matahari cincin.

Kalender Tibet Memproyeksi Gerhana Matahari Total

Kalender Astronomi Tibet memiliki sejarah lebih dari 2000 tahun, dengan piringan pasir menghitung fenomena astronomi, ini adalah metode unik kalender astronomi Tibet, dalam buku “Almanak sejarah cuaca astronomi Tibet” yang disusun pada pada bulan September tahun lalu telah mencatat dalam kalender Tibet tahun ini pada tanggal 30 Mei (22 Juli kalender Lunar) muncul fenomena gerhana matahari total apakah itu suatu kebetulan atau untuk memberi peringatan kepada umat manusia bahwa akan terjadi suatu bencana supaya manusia bisa memperisapkan diri. Hanya Tuhan yang tahu,.(By: Dajiyuan/lim/Era Baru)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: