= ROMO TAMBAK =


ROMO TAMBAK

Prabu Rama bertekad merebut kembali Sinta. Dengan dibantu oleh raja Gua Kiskenda, Sugriwa, Prabu Rama menyiapkan strategi. Diutuslah wadya bala kera Kiskenda dengan pimpinan Anoman untuk pergi ke Alengka.

Dalam mencari upaya menuju Alengka, Rama bertemu dengan Wibisana, adik Rahwana yang menawarkan bantuan dengan membuat jembatan penyebrangan. Namun, niat Wibisana ternyata tidak tulus. Sebab, ketika jembatan itu diuji kekuatannya oleh Anoman, jembatan tersebut roboh.

Ketika terbentur pada situasi yang mengkhawatirkan, Rama tergoda untuk menggunakan senjata pamungkasnya, yaitu Guwowijaya. Ketika Guwowijaya hendak dilepas, mendadak hadir penguasa samudra, Hyang Baruna, yang memberi nasehat agar senjata ampuh itu jangan dilepaskan. Nasehat ini mengandung maksud, agar dalam mengambil tindakan perlu diperhitungkan manfaat dan mudharatnya bagi publik. Sebab, senjata ampuh itu dapat memusnahkan seluruh isi laut yang diidentikkan sebagai rakyat.

Akhirnya, dengan bantuan Anoman dan kawan-kawannya, Prabu Rama memutuskan untuk membangun tambak (tanggul) guna mencapai Alengka. Dengan bekerja keras dalam semangat gotong-royong, disertai kesabaran dan ketulusan, tanggul tersebut dapat dibangun dan selesai pada waktu yang tepat. Dewi Sinta pun dapat direbut kembali dalam keadaan selamat.

Semoga, dengan kerja keras dan semangat gotong royong, kebersamaan kita bangun negeri kita tercinta… MERDEKA…!!!

@@@

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: