= OJO DUMEH, ELING LAN WASPODO =


Ojo Dumeh Eling lan Waspodo

Kejawen iku dudu Agama
Agama iku nduwe nabi
Agama iku nduwe kitab suci
Agama iku saka manca
Iya apa ora ? iku Agama

Ilmu Jawa iku tanpa Nabi
Ilmu Jawa tanpa kitab suci
Ilmu Jawa ana gurune lan ana siswane
Ilmu Jawa iku saka tanah Jawa

Ilmu Jawa iku contone gampang banget yaiku
Sapa sing salah bakal seleh
Sapa sing nyilih kudu mbalekake
Sapa sing bener bakal kepanjer
Sapa dumeh bakal keweleh
Dadi ilmu Jawa iku ilmu Kasunyatan

Rahayu… Rahayu… Rahayu…

Oleh-oleh STR dari gunung :

Gambar Semar. Di dalam Perut Semar, ada 5 Semar sempurna: Itulah Sandi ‘Semar’ Pancasila.

Semar Ketuhanan YME,
Semar Kemanusiaan,
Semar Persatuan,
Semar Kerakyatan, dan
Semar Keadilan-Kemakmuran.

Setelah lebih kurang 14 hari ‘angrem-netes’ bersama poro sedulur amanat jongko wisesa 10.10.10, maka STR kembali ‘diperkenankan’ untuk menuliskan sandi-sandinya, yang sebenarnya amat sederhana. Sandinya adalah: Ojo (=Jangan) Na-Ni-Nu-Ne-No. Sederhana bukan? Dan, inilah penjelasannya secara singkat:

1. Ojo Nakal (Jangan Nakal). Maksudnya: Semua pemimpin di negeri ini janganlah berbuat nakal (jahat, culas, curang, dll) terhadap rakyatnya. Selanjutnya, silakan semua pihak menafsirkan artinya..

2. Ojo Nipu (Jangan Menipu/Bohong). Maksudnya: Semua pemimpin di negeri ini janganlah menipu/berbohong terhadap rakyatnya. Selanjutnya, silakan semua pihak menafsirkan artinya..

3. Ojo Nuduh (Jangan Menuduh). Maksudnya: Semua pemimpin di negeri ini janganlah suka menuduh yang bukan-bukan terhadap rakyatnya. Rakyat itu ‘setyo ing pandum’ (setia pada pemimpinnya yang bisa dipercaya). Selanjutnya, silakan semua pihak menafsirkan artinya..

4. Ojo Nelikung (Jangan Memotong Jalan Yang Sudah Benar). Maksudnya: Semua pemimpin di negeri ini janganlah suka menelikung, atau memotong jalan yang sudah benar tentang kewajiban2, tugas, dan tanggung jawab negara terhadap rakyatnya. Jangan korupsi, jangan mengambil hak-hak negara dan hak-hak rakyat, jangan memotong subsidi, jangan menambah beban penderitaan rakyat, jangan membuat proyek akal-akalan, plesir, maksiat, dll yang hanya merugikan negara dan rakyatnya Selanjutnya, silakan semua pihak menafsirkan artinya..

5. Ojo Noto Anging Ora Tumoto (Jangan Menata Tapi Tidak Tertata). Maksudnya: Semua pemimpin di negeri ini janganlah asal membuat peraturan, tapi peraturan-peraturan itu kemudian saling bertentangan, merugikan negaranya, merugikan bangsanya, merugikan rakyatnya. Selanjutnya, silakan semua pihak menafsirkan artinya..

Demikian, sekelumit oleh-oleh ‘angrem-netes’ STR, dkk. Terima kasih untuk semua sedulur STR. Selamat bertugas ‘memakmurkan’ jiwa rakyat, jiwa bangsa, dan jiwa negara! Salam Kautaman dan Kamulyan bagi seluruh rakyan jawan dwipan nusantaranan..

Wilis-Lawu-Ketonggo-Purwo.

by: Satrio Topo Rame

@@@

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: