Arsip untuk Februari, 2011

= DO’A MALAIKAT MIKAIL =

Posted in =BACAAN UMUM= on 25 Februari 2011 by joyo sentiek

assalamu’alaikum,,
azinkan saya hamba yg rendah ini,, menuliskan apa yg hamba miliki,,semoga bermanfaat dunia dan akhirat….

BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM

(Tasbih Malaikat Mikail Untuk Penundukkan )
Tasbih nya malaikat Mikail yaitu “ LATIFUN BASITUN HAYYUN JAWWADUN WAHHABUN HADI 267x
Caranya yaitu dengan membaca tasbihnya Mikail 267x kemudian membaca Do’a di bawah ini
ALLOHUMMA INNI AS ALUKA BI ISMIKAL MAKHZUNIL MAKNUNI YA ALLOHU YA ROBBI YA WAHIDU YA SOMADU YA QODIRU YA MUQTADIRU YA QORIBU YA MUJIBU AS ALUKA AN TASKHORO LI ……..( (Sebutkan nama yang ingin anda tundukkan sehingga taat pada anda ) 

dan ini adalah do’a nya MIKAIL A.S

AQSAMTU ALAIKA YA MIKAILA BIHAQQIL A’LIYYIL WAHHABIS SARI’IL HAYYIL QOYYUMIR ROHMANIR ROHIMIL WAHIDIL AHADIL MALIKIL QUDDUSIS SALAMIL MU’MINIL MUHAYMINIL AZIJIL JABBARILKHOLIQIL BARIIL MUSOWWIRIL HAKIMIS SYAHIDI WA BIHAQQI MAN LAHUL ASMAUL HUSNA ILLA MA KUNTA AUNI A’LA …………………( sebutkan hajatnya )

by: Bhatara Khrisna

Iklan

= MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN MIMPI =

Posted in =BACAAN UMUM= on 25 Februari 2011 by joyo sentiek

Jika ANDA punya masalah apa saja, baik dengan seseorang atau kehilangan barang. Sebenarnya tidak perlu repot2 untuk minta tolong sama paranormal atau dukun, karena sebenarnya jawaban atas berbagai masalah itu ada di dalam diri kita sendiri, atau bisa dibilang ada guru sejati yang tau segalanya di dalam diri kita.
Salah satu cara menyelesaikan masalah adalah dengan cara bermimpi.

berikut ini adalah langkah2nya:

1. Berbaring dengan mata tertutup, dan bayangkan lingkaran putih di depan mata anda, dan di dalam lingkaran tersebut tulis masalah anda (sambil membayangkan tangan anda menulisnya) dalam bentuk kalimat tanya.

Catatan: Tulis masalahnya dengan jelas dan spesifik. kalau tidak jelas, maka jawabannya tidak jelas juga. jadi susah dimengerti.
contoh: apakah pacar saya selingkuh?

2. Katakan kepada diri sendiri bahwa anda akan mengingat mimpi anda dan mintalah bahwa pertanyaan anda akan di jawab. kemudian tidur, buat posisi serelaks mungkin.

3. Saat bangun, tulislah semua fragmen mimpi yang bisa anda ingat, seperti simbol2, sandi2, atau kode2 yang ada di dalam mimpi. Kemudian pikirkan maksud dari simbol2 tersebut sehingga anda dapat temukan jawabannya.

4. Jika belum menemukan jawabannya, lakukan lagi keesokan harinya dan gabungkan simbol2 mimpi dari mimpi sebelumnya ke mimpi yang baru saja anda alami.
tehnik ini sering saya gunakan jika saya sedang mengalami kebimbangan dalam menentukan jawaban yang akan dan telah terjawab..Tapi jangan lupa berdoa dahulu sebelum tidur..tehnik ini sudah saya gunakan sejak SMA,yang saya dapat dari master hipnotis di daerah surabaya,beliau adalah seorang dokter yang bertugas di rumah sakit Dr.Soetomo surabaya.

 

By: Didik Mulyono Suro Taruno.

@@@@

= ULAMA DAN PENGUASA =

Posted in =BACAAN UMUM= on 25 Februari 2011 by joyo sentiek

Beberapa sahabat fesbuker bertanya sekaligus meminta pendapat tentang hubungan antara ulama dan umaro (penguasa), dan lebih khusus lagi mengenai pernyataan serta kedatangan sejumlah pemuka agama/ulama ke Istana Negara hari Senin, 17 Januari yang lalu. Saya tidak ingin menjawab secara langsung, tapi saya kutipkan saja pandangan guru besar kita Al Ghazali tentang hal tersebut. Pandangan Al Ghazali ini banyak dibahas dalam kitabnya yang sangat termasyhur, dan saya yakin sudah dihafal di luar kepala oleh para ulama kita, yaitu kitab: “ Nasihat Bagi Penguasa”.

Al Ghazali membagi ulama dalam tiga golongan:
1.Ulama Hujjah, yaitu ahli ilmu agama yang mengutamakan perintah Tuhan, dan bekerja menurut jalan yang benar.
2. Ulama Hajjaj, yaitu ahli ilmu agama yang berjuang menegakkan agama Tuhan, berdiri di baris terdepan memimpin umat mempertahankan politik keadilan, bagaikan bintang terang yang menyinari jalan dan memimpin perjuangan.
3. Ulama Mahjuj, yaitu ulama yang menghambakan diri pada duniawi, menjadi budak kaum penguasa yang menjalankan politik kezaliman.

Para pemikir Islam klasik jauh-jauh hari sudah menyadari dan mengingatkan, bahwa ulama yang paling buruk adalah ulama yang datang ke penguasa, kecuali untuk memperingatkan dan menegur Sang Penguasa. Oleh karena itu pula pada hematnya, ulama harus tegak menjaga fungsinya sebagai pemegang amanah Allah, penjaga waris Nabi-Nabi dan penegak politik keadilan, Para ulama dan cendekiawan harus bersikap waspada dan jangan menundukkan diri pada politik kezaliman, bahkan jika dianggap perlu harus mengambil sikap uzlah, menjauhkan diri dari segala soal yang berbau politik kekuasaan.

Peranan kepemimpinan dalam Islam sungguh sangat menentukan kehidupan bermasyarakat, karena watak dan perangai masyarakat merupakan buah atau hasil dari watak dan perangai pemimpin-pemimpinnya. Rusak rakyat karena rusak penguasa, dan rusak penguasa karena rusak ulamanya.Semua itu membenarkan kesimpulan bahwa pemimpin adalah teladan, sehingga teladan yang baik akan memberikan hasil yang baik, dan demikian pula sebaliknya.

Semoga cukup jelas, dan marilah kita asah akal serta kalbu kita untuk merenung serta menyimpulkanya. Allahumma amin.

Beji, 25/02/2011. oleh:Tasawuf Djawa.

@@@

= Menjadi Mukmin Sejati =

Posted in =BACAAN UMUM= on 15 Februari 2011 by joyo sentiek

Ada 2 mutiara hikmah Kanjeng Nabi Muhammad Saw, yang merupakan sarana untuk menjadi mukmin sejati.

Yang pertama sebagaimana diceritakan Abu Hurairah. Rasulullah bersabda, “Siapa yang mau mengambil dari saya kalimat-kalimat ini lalu mengamalkan atau mengajarkannya kepada orang yang mau mengamalkannya?” Abu Hurairah menjawab. “Saya ya Rasulullah”. Lalu beliau memegang tanganku dan menghitung lima hal dan bersabda, “Jagalah dirimu dari segala hal yang diharamkan, niscaya kamu menjadi manusia yang paling taat beribadah. Relakan segala hal yang telah diberikan kepadamu, nis­caya kamu menjadi manusia yang paling kaya. Berbuat baiklah kamu kepada tetanggamu, niscaya kamu betul-betul menjadi seorang mukmin. Cintailah orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, niscaya kamu menjadi seorang muslim yang sebenarnya, dan janganlah kamu terlalu banyak tertawa, karena terlalu banyak tertawa, mengakibatkan hati menjadi mati”.

Yang kedua, tentang sikap utama bagi seorang muslim sebagaimana diceritakan Abu Syuraih Al-Adawi. Kanjeng Nabi bersabda, “Barang siapa mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barang siapa mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tamunya dengan menyediakan jamuannya.” Abu Syuraih bertanya, “Apa jamuannya ya Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Sehari semalam, dan jamuan itu tiga hari. Maka untuk hari-hari selanjutnya, menjadi sedekah baginya. Dan barang siapa mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia berkata yang baik atau (kalau tidak bisa) hendaklah diam.”

Semoga Allah Yang Maha Luar Biasa, memasukkan kita ke dalam golongan para mukmin sejati. Amiin.

(DARI MUTIARA KEHIDUPAN UNTUK ANAK, Foto ilustrasi, diambil dari Google images. )

By: B.Wiwoho.

@@@

 

= Misteri Minyak Kuyang yang Sangat Melegenda Dalam Ilmu Hitam Kalimantan =

Posted in = Misteri = on 14 Februari 2011 by joyo sentiek

CUPU

Minyak Kuyang atau minyak kawiyang adalah salah satu bentuk pesugihan ilmu hitam di Kalimantan yang mempunyai sejarah panjang mengiringi peradaban suku-suku di tanah Kalimantan. Minyak ini masih banyak diburu orang untuk berbagai keperluan. Karena termasuk ilmu hitam, minyak ini hanya beredar dikalangan terentu saja.
Di tanah Borneo, minyak Kuyang atau kawiyang sangat terkenal, sampai-sampai banyak orang yang mencari benda langka ini. Selain sebagai pesugihan, minyak kuyang ini juga ditengarai dapat membuat pemiliknya awet muda dan beberapa khasiat keguanaan lainnya. Minyak Kawiyang memiliki nama berbeda disetiap wilayah Kalimantan, ada yang menyebutnya minyak kuyang, ada juga yang menamainya sebagai minyak Sumbulik
Hingga saat ini, asal minyak kuyang tidak diketahui asalnya, karena tiap wilayah di Kalimantan memiliki “produksi” sendiri. Yang terkenal adalah “produksi” dari pegunungan Kinabalu (pedalaman Kalimantan Utara, Malaysia Timur), walaupun terdapat juga di banyak wilayah Kalimantan Timur.
Ada cerita yang melatarbelakangi asal muasal minyak kuyang ini, ketika jaman dahulu pernah hidup seorang janda cantik dengan empat orang saudaranya, dengan nama Camariah, Dandaniah, Tambuniah dan Uraniah. Kecantikan paras wanita ini semakin lama semakin bertambah cantik, namun tidak ada satupun para lelaki yang langgeng membina rumahtangga dengan mereka. Karena setiap kali dinikahi, tak berapa lama pasti akan bercerai.
Ketika hendak meninggal dunia, datanglah 99 lelaki yang pernah menjadi suami mereka. Para suami tersebut menangis dan merasa bersalah karena telah bercerai dan meninggalkannya.
Ketika suasana sedih tersebut, ada suara gaib yang membisikkan bahwa wanita yang akan meninggal tersebut memiliki “cupu” alias guci kecil yang berisi minyak untuk dibagi-bagikan kepada 99 orang lelaki tersebut untuk “dipelihara” dan sebagai kenang-kenangan
Suara gaib tersebut membisikkan juga bahwa minyak dalam guci tersebut memiliki khasiat. Setelah itu, 99 lelaki tersebut membawa minyak dalam guci kecil tersebut ke kampung mereka masing-masing dan akhirnya tersebar kemana-mana hingga kini. Minyak dalam cupu tersebut kemudian oleh penduduk dinamakan Minyak Kawiyang, Minyak Sumbulik atau Minyak Kunyang. Minyak Kuyang tersebut memiliki lima macam warna dan berbeda juga khasiatnya. Minyak Kuyang pertama berwarna Hitam, khasiatnya untuk ilmu kebal, tahan terhadap tebasan benda tajam atau tertembak peluru musuh. Khasiat atau apuah lainnya, adalah pemiliknya dapat menghilang dengan cepat dan tanpa jejak.
Minyak Kuyang kedua berwarna merah, khasiat yang dimilikinya adalah untuk ilmu meringankan tubuh, dapat berlari cepat secepat kilat, dan dapat memanggil dan memerintahkan para jin untuk mengikuti perintah yang diberikan si empunya minyak kuyang merah ini.

Minyak Kuyang ketiga berwarna Hijau, dengan khasiat dapat membuat dan mengirimkan ilmu santet, teluh, atau parangmaya kepada orang lain yang dikehendaki.
Minyak berwarna hijau ini juga dapat dipakai sebagai minyak untuk awet muda. Caranya, minyak tersebut dipoleskan di leher, kemudian leher yang telah dioles minyak kuyang ini akan terlepas dari raga pemiliknya dan terbang mencari korban untuk dihisap darahnya. Biasanya korban yang dicari adalah wanita yang akan melahirkan. Karena darah yang keluar dari proses persalinan akan mengeluarkan darah yang banyak. Kebanyakan yang belajar ilmu sesat ini adalah para wanita, yang pada siang hari, selalu melilitkan selendang atau penutup kepala pada leher mereka agar bekas olehan minyak kuyang ini tidak terlihat oleh orang lain.
Dan tanda-tanda wanita dengan melilitkan selendang atau penutup kepala pada leher mereka ini masih banyak ditemukan di desa-desa di Kaltim. Orang yang memiliki ilmu Kuyang ini sangat takut dengan bau bawang merah atau bawang putih. Jika ada orang yang dicurigai memiliki ilmu kuyang ini, kupas saja bawang sebanyak-banyaknya, kemudian kulitnya dibakar. Dijamin sang pemilik ilmu hitam ini akan memohon untuk tidak mengupas dan membakar kulit bawang lagi karena air mata mereka akan bertetesan.
Jika ingin mengirimkan santet atau teluh dari jarak jauh, minyak kuyang hijau ini cukup dioleskan pada jarum, paku atau pecahan kaca, lalu diperintahkan untuk menyerang orang yang diinginkan. Jarum, paku atau pecahan kaca tersebut akan secara gaib masuk ke dalam urat nadi dan pembuluh darah orang yang akan diserang. Minyak Kuyang selanjutnya berwarna Kuning, khsiatnya untuk menundukkan hati para perempuan supaya dapat jatuh cinta dan mengikuti keinginan si pemilik minyak kuyang ini.
Caranya cukup dengan mengoleskan ke ujung jari, kemudian digosok-gosokkan ke telapak tangan, untuk selanjutnya dikenakan kepada wanita yang dimaksud. Minyak Kuyang kelima berwarna Putih, khasiatnya sebagai pelarisan alias sebagai saranan untuk mendatangkan uang secara gaib.
Caranya, uang yang hendak dibelanjakan terlebih dahulu dioleskan minyak tersebut. Ketika sudah dibelanjakan, secara gaib uang tersebut akan kembali lagi kepada pemiliknya. Agar mendapatkan uang yang banyak, biasanya uang yang telah dioleskan uang tersebut dibelanjakan untuk membeli emas. Uangnya kembali dan emasnya dapat dijual kembali.
Semua jenis minyak Kuyang tersebut dijaga oleh jin masing-masing. Konon, minyak kuyang berwarna hitam dijaga oleh jelmaan jin wanita janda. Sementara, minyak-minyak lainnya dijaga oleh jin jelmaan saudara wanita janda yang masing-masing bernama Camariah, Dandaniah, Tambuniah, dan Uraniah tersebut.
Selain itu, setiap waktu tertentu, biasanya setiap tahun, minyak kuyang tersebut harus diberi “makan” berupa sesaji sesuai fungsinya masing-masing.

Minyak kuyang berwarna hitam tiap tahun harus makan darah ayam hitam atau cemeni dan nasi ketan.
Minyak Kuyang berwarna merah dan hijau selalu menginginkan darah yang berasal dari jari manis manusia dan air tebu merah.
Kalau minyak kuyang berwarna putih dan yang berwarna kuning setiap waktunya akan meminta serbuk emas.
Meletakkan minyak kuyang ini pun tidak sembarangan, karena harus diletakkan dalam ruangan yang tidak terdapat cermin atau kaca dan harus ada lubang besar terbuka.
Minyak kuyang biasanya diempatkan dalam sebuah guci kecil yang dikenal dengan nama cupu. Cupu inipun bukan sembarang cupu, karena harus cupu yang “retak seribu” alias cupu yang telah berusia puluhan tahun.

HANTU

HANTU KUYANG

= APAKAH ARTI DARI ” RASA “. . ? =

Posted in =BACAAN UMUM= on 13 Februari 2011 by joyo sentiek

APAKAH arti RASA ….??
Banyak orang yang bertanya, mengapa dalam mempelajari Agama mesti harus mengenal Rasa ? Memang kalau hanya sampai pada tingkat Syariat, bab rasa tidak pernah dibicarakan atau disinggung. Tetapi pada tingkat Tarekat keatas bab rasa ini mulai disinggung. Karena bila belajar ilmu Agama itu berarti mulai mengenal siapa Sang Percipta itu.
Karena ALLAH maha GHOIB maka dalam mengenal hal GHOIB kita wajib mengaji rasa.

Jadi jelas berbeda dengan tingkat syariat yang memang mengaji telinga dan mulut saja.Dan mereka hanya yakin akan hasil kerja panca inderanya.Bukan Batin!
Bab rasa dapat dibagi dalam beberapa golongan .Yaitu : RASA TUNGGAL, SEJATINYA RASA, RASA SEJATI, RASA TUNGGAL JATI.

Mengaji Rasa sangat diperlukan dalam mengenal GHOIB.Karena hanya dengan mengaji rasa yang dimiliki oleh batin itulah maka kita akan mengenal dalam arti yang sebenarnya,apa itu GHOIB.

1. RASA TUNGGAL
Yang empunya Rasa Tunggal ini ialah jasad/jasmani. Yaitu rasa lelah, lemah dan capai. Kalau Rasa lapar dan haus itu bukan milik jasmani melainkan milik nafsu.

Mengapa jasmani memiliki rasa Tunggal ini. Karena sesungguhnya dalam jasmani/jasad ada penguasanya/penunggunya. Orang tentu mengenal nama QODHAM atau ALIF LAM ALIF. Itulah sebabnya maka didalam AL QUR’AN, ALLAH memerintahkan agar kita mau merawat jasad/jasmani. Kalau perlu, kita harus menanyakan kepada orang yang ahli/mengerti. Selain merawatnya agar tidak terkena penyakit jasmani, kita pun harus merawatnya agar tidak menjadi korban karena ulah hawa nafsu maka jasad kedinginan, kepanasan ataupun masuk angin.

Bila soal-soal ini kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, niscaya jasad kita juga tahu terima kasih. Kalau dia kita perlakukan dengan baik, maka kebaikan kita pun akan dibalas dengan kebaikan pula. Karena sesungguhnya jasad itu pakaian sementara untuk hidup sementara dialam fana ini. Kalau selama hidup jasad kita rawat dengan sungguh-sungguh (kita bersihkan 2 x sehari/mandi, sebelum puasa keramas, sebelum sholat berwudhu dulu, dan tidak menjadi korban hawa nafsu, serta kita lindungi dari pengaruh alam), maka dikala hendak mati jasad yang sudah suci itu pasti akan mau diajak bersama-sama kembali keasal, untuk kembali ke sang pencipta. Seperti halnya kita bersama-sama pada waktu dating/lahir kealam fana ini. Mati yang demikian dinamakan mati Tilem (tidur) atau mati sempurna. Pandangan yang kita lakukan malah sebaliknya. Mati dengan meninggalkan jasad. Kalau jasad sampai dikubur, maka QODHAM atau ALIF LAM ALIF, akan mengalami siksa kubur. Dan kelak dihari kiamat akan dibangkitkan.

Dalam mencari nafkah baik lahir maupun batin, jangan mengabaikan jasad. Jangan melupakan waktu istirahat. Sebab itu ALLAH ciptakan waktu 24 jam (8 jam untuk mencari nafkah, 8 jam untuk beribadah, dan 8 jam untuk beristirahat). Juga dalam hal berpuasa, jangan sampai mengabaikan jasad. Sebab itu ALLAH tidak suka yang berlebih-lebihan. Karena yang suka berlebih-lebihan itu adalah Dzad (angan-angan). Karena dzad mempunyai sifat selalu tidak merasa puas.

2. SEJATINYA RASA
Apapun yang datangnya dari luar tubuh dan menimbulkan adanya rasa, maka rasa itu dinamakan sejatinya rasa. Jadi sejatinya rasa adalah milik panca indera:

MATA : Senang karena mata dapat melihat sesuatu yang indah atau tidak senang bila mata melihat hal-hal yang tidak pada tenpatnya.

TELINGA : Senang karena mendengar suara yang merdu atau tidak senang mendengar isu atau fitnahan orang.

HIDUNG : Senang mencium bebauan wangi/harum atau tidak senang mencium bebauan yang busuk.

KULIT : Senang kalau bersinggungan dengan orang yang disayang atau tidak senang bersunggungan dengan orang yang nerpenyakitan.

LIDAH : Senang makan atau minum yang enak-enak atau tidak senang memakan makanan yang busuk.

3. RASA SEJATI
Rasa sejati akan timbul bila terdapat rangsangan dari luar, dan dari tubuh kita akan mengeluarkan sesuatu. Pada waktu keluarnya sesuatu dari tubuh kita itu, maka timbul Rasa Sejati. Untuk jelasnya lagi Rasa Sejati timbul pada waktu klimaks/pada waktu melakukan hubungan seksual.

4. RASA TUNGGAL JATI
Rasa Tunggal Jati sering diperoleh oleh mereka yang sudah dapat melakukan Meraga Sukma (keluar dari jasad) dan Solat Dha’im.
Beda antara Meraga Sukma dan Sholat Dha’im ialah :
Kalau Meraga Sukma jasad masih ada.batin keluar dan dapat pergi kemana saja.
Kalau Sholat Dha’im jasad dan batin kembali keujud Nur dan lalu dapat pergi kemana saja yang dikehendaki. Juga dapat kembali / bepergian ke ALAM LAUHUL MAKHFUZ.

Bila kita Meraga Sukma maupun sholat Dha’im, mula pertama dari ujung kaki akan terasa seperti ada “aliran“ yang menuju ke atas / kekepala. Pada Meraga sukma, bila “aliran“ itu setibanya didada akan menimbulkan rasa ragu-ragu/khawatir atau was-was. Bila kita ikhlas, maka kejadian selanjutnya kita dapat keluar dari jasad, dan yang keluar itu ternyata masih memiliki jasad. Memang sesungguhnyalah, bahwa setiap manusia itu memiliki 3 buah wadah lagi, selain jasad/jasmani yang tampak oleh mata lahir ini. Pada bagian lain bab ini akan kita kupas.Kalau sholat Dha’im bertepatan dengan adanya “Aliran“ dari arah ujung kaki, maka dengan cepat bagian tubuh kita akan “Menghilang“ dan kita akan berubah menjadi seberkas Nur sebesar biji ketumbar dibelah 7 bagian. Bercahaya bagai sebutir berlian yang berkilauan. Nah, rasa keluar dari jasad atau rasa berubah menjadi setitik Nur. Nur inilah yang disebut sebagai Rasa Tunggal Jati. Selain itu, baik dalam Meraga Sukma maupun Sholat Dha’im. Bila hendak bepergian kemana-mana kita tinggal meniatkan saja maka sudah sampai. Rasa ini juga dapat disebut Rasa Tunggal Jati. Sebab dalam bepergian itu kita sudah tidak merasakan haus, lapar, kehausan, kedinginan dan lain sebagainya. Bagi mereka yang berkeinginan untuk dapat melakukan Meraga Sukma dianjurkan untuk sering Tirakat/Kannat puasa. Jadikanlah puasa itu sebagai suatu kegemaran. Dan yang penting juga jangan dilupakan melakukan Dzikir gabungan NAFI-ISBAT dan QOLBU. Dalam sehari-hari sudah pada tahapan lillahi ta’ala.

Hal ini berlaku baik mereka yang menghendaki untuk dapat melakukan SHOLAT DHA’IM. Kalau Meraga Sukma mempergunakan Nur ALLAH, tapi bila SHOLAT DHA’IM sudah mempergunakan Nur ILLAHI. Karena ada Rasa Sejati, maka Rasa merupakan asal usul segala sesuatu yang ada. Oleh sebab itu bila hendak mendalami ilmu MA’RIFAT Islam dianjurkan untuk selalu bertindak berdasarkan rasa. Artinya jangan membenci, jangan menaruh dendam, jangan iri, jangan sirik, jangan bertindak sembrono, jangan bertindak kasar terhadap sesame manusia, dll. Sebab dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, kita ini semua sama , karena masing-masing memiliki rasa. Rasa merupakan lingkaran penghubung antara etika pergaulan antar manusia, juga sebagai lingkaran penghubung pergaulan umat dengan Penciptanya. Rasa Tunggal jati ini mempunyai arti dan makna yang luas. Karena bagai hidup itu sendiri. Apapun yang hidup mempunyai arti. Dan apapun yang mempunyai arti itu hidup. Sama halnya apapun yang hidup mempunyai Rasa. Dan apapun yang mempunyai Rasa itu Hidup.

Dengan penjelasan ini, maka dapat diambil kesimpilan bahwa yang mendiami Rasa itu adalah Hidup. Dan Hidup itu sendiri ialah Sang Pencipta/ALLAH. Padahal kita semua ini umat yang hidup. Jadi sama ada Penciptanya. Oleh sebab itu, umat manusia harus saling menghormati, tidak saling merugikan, bahkan harus saling tolong menolang dll.

Dan hal ini sesuai dalam firman ALLAH : “HAI MANUSIA! MASUKLAH KALIAN DALAM PERDAMAIAN, JANGAN BERPECAH BELAH MENGIKUTI LANGKAH SYAITAN, SESUNGGUHNYA SYAITAN ITU MUSUHMU YANG NYATA.”

@@@

= YOIKU ALLAH =

Posted in =BACAAN UMUM= on 13 Februari 2011 by joyo sentiek

OMBAK

YOIKU ALLAH

Langit lor langit kidul,
segoro lor segoro kidul,
kabeh podo arane
neng jeroneng siji arah
yoiku Allah,
dadi mesti ketemu
mbuh krono
di laknat utowo
di rahmat
ya rasakno dewe
mergo rasane
mesti bedo apa oleh
Laknate opo rahmate….,
Nek wis kroso njur
balio maring Gusti (bukan Tuhan)
kang den pilih deneng Allah,
Yoiku Gu…stine (bukan Tuhan) menungso,
kang denpilih Allah
antara slirane menungso dewe

YAITU ALLAH

Langit utara lagit selatan,
Samudera utara laut selatan,
Semua sama dalam nama
Dan dalam satu kuasa dan kepemilikan
Yaitu Allah

Jadi pasti akan berjumapa
Entah karena
Dalam laknat atau
Berjumpa dalam Rahmat

Ya rasakanlah dalam diri sendiri
Karena setiap manusia merasakan
Pasti akan berbeda-beda
Baik merasakan Laknat atau rahmat

Bila merasa bersegeralah
Kembali pada jalan Allah
Yang telah di pilihkan Oleh Allah
Yaitu Dia Tuhan bagi segenap manusia

Yang telah diselenggara kan oleh Allah
Bagi manusia semata karena
Mahluk lain tak kuat menerima manah-Nya

by:Thoha Alhakim

@@@