= WAYANG , TONTONAN dan TUNTUNAN =



Wayang (kulit, orang), pada galibnya merupakan sebuah seni tradisional. Semula saya menduga, wayang hanya ada di tanah Jawa. Akan tetapi, seni wayang (shadow puppet) ada di hampir seluruh penjuru dunia, dengan beragam bentuk dan latar belakang sejarahnya.

Wayang yang saya kenal sejak kecil, merupakan sebuah tontonan sekaligus tuntunan. Sebab di sana tidak saja menyajikan kepiawaian SATU orang dalang dalam memainkan SERIBU karakter, tetapi juga dalam “memainkan” wayang-wayang tadi sehingga begitu hidup dan mempesona (sanggit). Selain menarik sebagai tontonan, wayang kulit juga ternyata sangat sarat tuntunan. Esensinya bukan semata menggambarkan gelar hitam dan putih, ihwal baik dan buruk, tetapi juga tuntunan yang bisa meningkatkan kadar religiusitas penontonnya, kadar budi pekerti penontonya, dan lebih dari itu, lebih memperkaya khasanah batin penontonnya.

Kisah-kisah atau cerita-cerita yang dibawakan para dalang, ada yang bersumber dari babad Ramayana dan Mahabharata, tetapi ada pula yang berupa “carangan”, alias kreasi sang dalang.
Seiring bergulirnya zaman, seni tradisional wayang kian pudar. Jangankan di perkotaan, di pelosok-pelosok desa, makin jarang saja orang punya hajat nanggap wayang. Bisa jadi karena biaya nanggap wayang yang mahal, atau karena seni “organ tunggal” yang ekspansif, murah meriah, dan seksi (penyanyinya). Saking meriah dan seksinya penampilan si biduanita, tak heran bila suasana pun lekas panas. Tak jarang, seni organ tunggal atau pertunjukan musik dangdut, tarling, dan sejenisnya, berbuntut keributan, tawur masal, dan aksi kekerasan lainnya.

Ini sangat berbeda dengan pengalaman menonton wayang. Menikmati dengan khidmat, tertawa gembira saat dalang melucu lewat tokoh-tokoh Punokawan, dan pulang menggembol hikmah cerita, serta hikmah tuntunan.

Karenanya, saya sangat salut terhadap setiap usaha “nguri-uri kabudayan”, khususnya seni pedalangan. Situs-situs internet maupun blog yang mengusung konten wayang atau budaya tradisi, adalah sebuah upaya cerdas bagi tetap lestarinya seni tradisi ini, khususnya wayang.
Alhasil, halaman ini merupakan upaya kecil dari niat besar untuk melestarikan seni tradisi, khususnya seni wayang. ***

@@@

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: