USIA MUDA kena DM


Diabetes tidak bisa disembuhkan,tetapi bisa di kendalikan. Perubahan gaya hidup dan pola makan menjadi kunci utama. Data lain menunjukan,lebih dari 80 juta orang, Diabetes berada di wilayah Pasifik Barat dan Asia Tenggara. Di seluruh dunia,Diabetes Melitus(DM) membunuh lebih banyak manusia dibanding HIV / AIDS. Sedemian besarnya angka kejadian dan kematian akibat penyakit terkait kadar gula darah itu. Maka badan dunia PBB menjadikan tgl 14 November sebagai hari PBB untuk DIABETES(Un Word Diabetes Day).
Diabetes merupakan penyakit kronis noninfeksi dan tidak menular pertama yang diangkat PBB. Sementara di Indonesia,hari Diabetes Nasional diperingati lebih cepat yaitu tgl 12 Juli.

Angka penyandang penyakit yang populer dengan sebutan Kencing Manis itu memang cukup fantastik. Menempati urutan ke 4 terbesar di dunia. Beberapa tahun yang lalu ditemukan 14 juta orang diabetes.Dari 50% yang sadar mengidapnya,hanya 30% yang rutin berobat. WHO memperkirakan,pada thn 2030 nanti sekitar 21,3 juta orang Indonesia terkena Diabetes.

Menurut ketua PERSADIA,Prof.Dr.dr Sidartawan Soegondo,SpDP-KEMD,FACE, sekitar 95% dari keseluruhan kasus. Khususnya DM(Diabetes Melitus)tipe 2, di picu oleh lingkungan yang menyebabkan perubahan gaya hidup tidak sehat, seperti makan berlebihan(berlemak dan kurang serat,kurang aktifitas fisik dan stres)

Ke gemukan adalah faktor kunci terjadinya DM tipe 2, Aspek genetik memang tidak dapat dicegah, tapi gaya hidup bisa di ubah.
Ujar Sidartawan dalam presentasi yg disampaikan pada peringatan Hari Diabetes Nasional di Jakarta,beberapa waktu yg lalu. DM tipe 2 sebenarnya dapat dikendalikan atau dicegah terjadinya melalui Gaya Hidup Sehat, seperti makanan sehat dan aktifitas fisik teratur.Namun seiring perkembangan jaman,terjadi perubahan gaya hidup,seperti mengkonsumsi menu-menu junk food yg tinggi kolesterol serta malas bergerak akibat terlalu mengandalkan transportasi dan teknologi yg canggih.

DM tipe 2 biasanya di temukan pada orang yg dewasa usia 40 tahun ke atas, sekarang menyerang di usia lebih muda,”tahun lalu usia termuda 20 thn, sekarang ada anak usia 8 thn sudah terkena Diabetes”,Ungkap konsultan metabolik endkrin, kelahiran Amsterdam itu. Upaya terbaik yg harus dilakukan adalah pencegahan dengan mendiaknosis prediabetes sejak dini.

Sebab kalau sudah terlanjur terkena,sangat sulit mengobatinya, koplikasinya pun beragam, seperti kerusakan pembuluh darah dan saraf,infeksi(gangren kaki), gigi goyang atau tanggal, hipoglekemi(kadar gula darah terlalu rendah), impoten,penyakit jantung, stroke, hingga kebutaan. Walau demikian,maka bentuk penanganannya ada yang bersifat PRIMER(mencegah jangan sampai diabetes).
SEKUNDER(jangan sampai terjadi komplikasi)
Dan TERSIER(jangan sampai terjadi kecacatan).
Dan mudah2an kita semua sehat wal afiat..Amii..n
@@@@

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: