= Naga Baru Klinting =


Baru Klinting adalah jelmaan naga raksasa yang dibunuh warga Ngebel karena dagingnya mau dipakai untuk pesta rakyat.

Semenjak itu, Baru Klinting memendam kebencian dan berencana membalas dendam.

Terutama pada Warok Suromenggolo dan Warok Suregento sebagai pimpinan warga.

Maka ketika bertemu dengan Nyi Latung yang memiliki pengalaman sama, Baru Klinting langsung mengatur rencana pembalasan dendam.

Pertama-tama Baru Klinting mencari ilmu yang bisa memikat wanita.
Dengan ilmu itu, Baru Klinting langsung memikat Suminten (anak Warok Surogento) dan Cempluk (anak Suromenggolo).

Melalui Suminten dan Cempluk, Baru Klinting mulai mengadu domba Suromenggolo dan Surogento.
Kedua Warok itu lalu bertarung.

Saat bertarung, Suromenggolo memakai ilmu “kolor sakti”.
Wujudnya menghilang jadi bisa lebih unggul dari Surogento.

Namun ketika Surogento tewas,
langsung dihidupkan lagi dengan pusaka “Luyung Bang”.

Baru Klinting tidak hanya memanfaatkan Suminten dan Cempluk saja, Subroto (bekas pacar Suminten dan Cempluk)juga dilibatkan.

Dijadikan kambing hitam atas setiap masalah yang timbul.
Subroto kesal lalu menyimpan dendam pada Baru Klinting.

Suminten dan Cempluk semakin terpikat pada Baru Klinting.
Keduanya memaksa Surogento dan Suromenggolo untuk bertarung mendapatkan Baru Klinting.

Demi cinta pada anak masing-masing,
Surogento dan Suromenggolo bersedia adu kekuatan.

Maka digelarlah perlombaan mencabut ranting pohon ‘
yang sengaja ditanam Baru Klinting di lapangan terbuka.
Disaksikan warga Ngebel.

Jika Suromenggolo yang berhasil mencabut ranting pohon,
maka Baru Klinting akan menikah dengan Cempluk.

Jika Surogento yang berhasil,
maka Sumintenlah yang menikah dengan Baru Klinting.

Ternyata ranting pohon tertanam begitu kuat.
Surogento dan Suromenggolo sama-sama tidak bisa mencabut ranting pohon.

Dan ketika ranting pohon bisa dicabut Baru Klinting
langsung menyemburkan air yang makin lama makin besar dan banyak menyemburnya.
Layaknya air bah.
Seluruh desa Ngebel seketika terendam air.
Menjadi telaga Ngebel.
Semua mati terendam.

Hanya Baru Klinting dan Nyai Latung yang selamat.
Semenjak itu, desa Ngebel berganti wujud menjadi Telaga Ngebel.

Produksi : Diwangkara

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: